About Me

Kamis, 25 November 2010

Kangen

Berbaring resah dalam bayangan.
Jiwaku menggigil kedinginan.
Bukan karena menanggung karma
namun, cuaca tak berima

Telinga rindu berdenging
Mendamba suara sentuh daunnya
Bukan suara-suara nyaring,
Namun bisik getar nadinya.

Nadiku telah mati beku
atau sekarat jika nyawa tersisa.
Darahku masih menghamba jantung.
Namun lupa jalan ke sana.

Sebilah rasa menikam dada.
Merenteng mata pikuk dan prahara.
Dan aku terjelembab ke dalam liang.
Jatuh... rapuh... luruh.
Merana dijajah peluh.

Aku melihatnya di sana.
Penuh senyum bercengkerama
dengan bintang teman malam-malamnya.

Benarkah ia bermadu mesra dengan bintang?
Kapan ia teringat lg bila malam itu punya bintang?

Atau...
Aku hanya bermimpi.
Membawa sebuah bintang baginya.
Agar ia bertemu masa belianya
agar ia bercumbu dengan kisah-kisah klasiknya
agar...
agar...
agar... aku dapat menjadi bintang
yang kini ia lupakan.


Aku masih merangsek dalam kubur
Menunggu orang menimbun tanahnya.
Terbalut dadaku dengan lumpur.
Mengisi separuh ruang yang ternganga.

Kembalikan jika kau tak mau!
Sembuhkan jika kau penjaga waktu!

Kamu...

Dirimu...

Apimu...

SELAMATKANLAH AKU....

Senin, 22 November 2010

Pencari Tuhan

Sudah lama aku mencari Tuhan.
Kata guru agamaku, Dia ada di dalam hatiku.
Di dalam hati? (batinku)

Tp di mana hati itu?
Kata orang-orang romantis sich,
hati itu ada di balik dada
karna tiap orang bilang kata "hati", tangannya selalu menyentuh dada.

Aku pengen mencariNya
Biar aku bisa ketemu Tuhan
dan menanyakan bagaimana aku harus belajar mencintai.
Tp aku juga belum ingin mati.
kalau aku mencari hatiku, berarti aku harus
mengoyak dadaku dan mengobok-obok sampai ke dasarnya.

Tunggu..
Tunggu sebentar.
Kalau Tuhan ada di dalam hati, kenapa Dia sekecil itu?
Ah, tidak. Pasti Dia ada di suatu tempat yang lebih besar yang bisa menampung kebesaranNya.

Di mana Tuhan itu?

Seorang beragama mengatakan,
"Dia ada kalau kamu memeluk agama.
Kamu dapat menemukanNya dalam kitab suci."

Menurutku logis juga:
kitab suci lebih kelihatan dan real.
Tapi....
kenapa Dia hanya rupa aksara yang tersusun Indah?
Sebuah buku, kalau terbakar, habislah sudah raganya.
Jika memang Dia di sana, di mana AgungNya Tuhan?

Aku sudah mencari di seluruh kolong langit.
Aku mencari dan tak kutemukan.

Aku mencari di buku-buku best seller.
Mencari di antara bintang-bintang malam
Mencari di butiran dogma
Mencari di serpihan-serpihan budaya lama
Bahkan di selangkangan yang katanya adalah barang suci
Aku hanya menemukan sidik-sidik jariNya.

Akhirnya,
Dalam selimut lelah, aku meringkuk kedinginan.
Menyesali diri yang terlalu angkuh ingin bertemu dengan Nya.

Namun ada satu tempat yang belum kucari.

(bernyanyi)
Ubi Caritas et Amor, Deus Ibi Est.

Rabu, 17 November 2010

Menjadi Sampah

Berawal dari rasa kecil, berkembang menjadi rasa iri, kemudian mewujud dalam tindakan yang berupa sok.. untuk menutupi kekurangan..
Setelah itu, bila sedikit saja terkena isu-isu yang tidak jelas asalnya, meluap sudah segala kecemasan, kebingungan, tak tahu orientasi, kehilangan identitas, dan segalanya sehingga menjadikan diri seolah bukanlah diri kita...
Mungkin itu yang sedang terjadi padaku sekarang...
Aku terlalu cemas...
Aku terlalu kawatir...
Akut terlalu takut kehilangan...
Yang paling jelas..
AKU TAKUT MENJADI SAMPAH....


...............................................
.............................................
..............................................


Aku menyadari bahwa Sampah pun pada suatu saat dia pasti akan berguna. Klo tidak berguna, mengapa bisa ada proses daur ulang, mengapa ada orang yg mau-maunya bikin pupuk hijau,
Namun, ada juga yang langsung di bakar karna dirasa sudah tidak berguna dan tidak menghasilkan uang bila ditawarkan pada tukang timbang sampah....

Teman, semakin aku belajar untuk menjadi orang yang rendah hati.. rasanya semakin sulit saja. Banyak hal yang kuanggap sebagai cobaan proses belajarku ini... (sory untuk saat ini aku belum bisa menyebutkan secara detil, meski sebenarnya pengen banget berbagi, tetapi ini belum waktuku untuk berbagi... ).


sori2.. aku sedang kacau banget....
aku ga bisa nglanjutin ini...
ternyata aku memang belum siap untuk cerita....