About Me
Ketika suaraku hanya abu di antara bilah-bilah kayu
Rabu, 17 November 2010
Menjadi Sampah
Kamis, 09 September 2010
Feeling Just a Small Stuff
Aku juga enggak tau..... Anyway... aku pengen cerita tentang apa yang baru saja kurasakan....
Oke...aku barusan nonton tipi bareng ma keluarga... kebetulan lagi pada kumpul2 bareng di depan tipi.Dan acara yang kami tonton adalah sinetron...
Jujur aja.. aku memang agak anti dengan yang namanya sinetron... apalagi sinetron yang kesannya terlalu dibuat-buat jalan ceritanya.Karna sikapku yang agak antipati itu, aku ga begitu konsen ma jalan cerita di sinetron ini...Aku malah asyik tenggelam dalam duniaku sendiri.. apa itu? ya.. aku asyik mengamati alias "menonton" reaksi orang-orang yang sedang menonton sinetron.... kata "menonton" sengaja kuberi tanda kutip karna maknanya bukan makna sebenarnya...aku mendengarkan dengan sungguh tiap komentar2 yang muncul dari mulut orang-orang beserta intonasi dan kemungkinan emosi yang melatari tiap komentar mereka.....dan yang buat aku heran... begitu mudahnya perasaan manusia itu dikendalikan oleh potongan2 gambar yang bergerak ratusan gambar per menit (alias film)
ternyata perasaan manusia itu gampang dikendalikan.....
PERASAAN MANUSIA ITU GAMPANG DIKENDALIKANada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memahami statemen ini:1)Segala yang mempengaruhi manusia tergantung dari apa yang ditangkap oleh indra2 input dalam tubuh manusia (mata, hidung, telinga, peraba)2)Bagaimana manusia memfilter itu3)Bagaimana manusia mengolah input2 itu.....4)Pengalaman2 manusia sebelumnya dan kerinduan serta kebutuhan yang dimiliki oleh manusia juga mempengaruhi proses pengolahan5)Munculah perasaan yang menjadi reaksi spontan atas segala yang masuk dalam dirinya...
Perasaan... (dengan segala macam jenisnya)adalah sebuah reaksi spontan dari diri manusia yang sebenarnya lebih sering muncul secara tiba2 dan tidak disadari oleh manusia.Biasanya perasaan ini mempengaruhi segala output dari diri manusia (sikap orang ke lingkungan, perkataan yang dikeluarkan, dsb)
Nah kalau perasaan manusia itu mudah dipengaruhi? apa jadinya bila manusia itu selalu tergantung pada perasaan dan tidak pernah mengontrol pengaruh perasaan itu....
Mengapa tidak kita ciptakan saja perasaan-perasaan yang kita inginkan.....
Apa yang dicari tiap manusia adalah kebahagiaan....tapi, apakah kebahagiaan itu adalah sebuah perasaan??????
kebanyaakan orang mungkin meyakini bahwa itu adalah perasaan....kalo aku?????? I ONO (I don't know)
aku bilang seperti itu karna aku sendiri belum paham.... seandainya aku dipaksa mendefinisikan... aku paling akan lebih parah dari sekedar orang buta,bisu,dan tuli... karna aku memang tidak tahu...
kalo memang tidak ada orang yang bisa mendefinisikan secara sempurna, mengapa tiap orang mencarinya... kebahagiaan lebih dari sekedar rasa nyaman dan damai, lebih dari sekedar rasa senang dan happy-happy, lebih dari sekedar ketawa-ketiwi, lebih dari sekedar menangis terharu... bla..bla... blaa... pfawyurhpjqa8w3y4upr5374u82wy4335588eyr30r2u39urjeia(*#HR#
kalo manusia memang mengejar kebahagiaan, kenapa kq kerap kali kita terbaring nyaman dalam buaian timang-timang perasaan-perasaan kita....
INGATTTT......!!!!!!!
perasaan hanyalah sekedar reaksi spontan dari dalam hati kita atas input2 yang kita terima ....
di antara penangkapan input-input dan munculnya perasaan-perasaan ada beberapa tahap yang seringkali tidak disadari....
jadi bila muncul perasaan, mungkin ada baiknya jangan langsung ambil sikap apalagi sebuah keputusan penting....
mungkin ada baiknya bila kita mereview dulu proses2 input data ke dalam kehidupan kita hingga sampai pada tahap munculnya perasaan itu...
Kita perhatikan juga apa-apa yang melatari munculnya perasaan....
REMEMber...
our FEELING is Just the one of small stuff in our life..... so don't bother it...
^_^
CAio..Ndes Zedeng
Jumat, 03 September 2010
Kehidupan
aku bertanya:
Siapakah Engkau sebenarnya?
Kapan Engkau tercipta?
Engkau apa?
Mengapa Engkau bulat?
Dari mana Engkau berasal?
Hanya "mungkin" yang merasuki tiap jawaban
Dalam cengkerama dengan sesama
aku bertanya:
Siapa dirimu sebenarnya?
Kapan dirimu tercipta?
Dirimu apa?
Mengapa dirimu seperti itu bentuknya?
Dari mana dirimu berasal?
Hanya "mungkin" yang menggarami tiap jawaban
Dalam cengkerama dengan sahaya
aku bertanya:
Siapa Sahaya sebenarnya?
Kapan Sahaya tercipta?
Sahaya apa?
Mengapa Sahaya seperti itu bentuknya?
Dari mana Sahaya berasal?
Hanya "mungkin" Sang Tiran tunggal dunia jawaban?
Hanya "mungkin" yang menjadi jawaban yang paling mungkin dari segala kemungkinan
Bagaimana aku menggulingkan tirani ini?
Mungkinkah kenyataan hanya album kompilasi dunia mungkin
dengan jutaan track list yang mungkin muat dalam list-nya?
Kamis, 12 Agustus 2010
Pertemanan
Btw...
aku barusan bangun nih... bener-bener capek banget kemaren mendampingi para mahasiswa baru.
Meski begitu, aku merasa tetap bertenaga dan bersemangat. Kehadiran teman-teman baru dalam hidupku membuatku merasa hidupku lebih hidup dan melenyapkan keletihan fisik yang kurasakan.
pyuh... hehehehee....
selama berteman dengan kawan-kawan baruku, setidaknya aku belajar suatu hal yang penting tentang pertemanan.
Pertemanan dengan orang baru itu seperti aku mendapatkan sebuah botol atau tempat minum yang baru. Rasanya menyenangkan ketika diberi sebuah botol minum yang baru. Selain karna diberi gratisan, botol minum itu juga bisa kugunakan untuk membawa air ke manapun aku pergi.
Sebuah botol minum tentunya harus dibuka dulu tutupnya agar aku bisa menggunakannya sebagaimana mestinya. Ketika di buka tutupnya, aku mendapatkan tantangan baru. Apa itu? Tantangannya adalah ruang kosong botol minum itu harus kuisi dengan apa.
Tiap botol atau tempat minum memiliki karakternya masing-masing. Ada botol minum yang tahan panas. Ada botol minum yang ketika terkena panas akan peyot. Ada botol minum yang bisa dimanfaatkan sebagai shaker dan ada yang tidak. Hal ini sama seperti manusia. Tiap manusia memiliki hati yang berbeda-beda, karakter yang unik, dan kepribadian yang khas. Oleh karena itu, tiap manusia juga membutuhkan perlakuan yang berbeda-beda.
Maka, tantangan ketika aku membuka tutup botol minum itu berkaitan erat dengan soal memahami karakter.
Ketika aku bisa memahami karakter sebuah botol, maka aku pun bisa memperlakukan dia sesuai dengan kemampuan dan daya tahan tiap botol itu. Ketika aku tidak bisa memperlakukan botol itu dengan benar, maka botol itu akan cepat menjadi anggota baru tong sampah. Dan itu artinya, aku tidak bisa memahami karakter botol minum itu.
Coba bayangkan ketika botol itu adalah manusia, seorang pribadi yang hidup yang memiliki kekhasan hatinya masing-masing???!!
Coba bayangkan ketika aku menerima botol minum yang baru diandaikan sebagai aku menerima orang baru yang menjadi temanku???!!!
Jawaban ini bisa dijawab sesuai dengan hati kita masing-masing.......
Keterbukaan dalam sebuah pertemanan memang perlu. Namun, keterbukaan saja tidak cukup.
Ketika seorang teman sudah terbuka kepada kita, kita dihadapkan pada tantangan, yaitu: dengan air jenis apa aku bisa mengisi botol yang terbuka itu; pertanyaan kemudian, apakah aku mampu mengisinya atau mengusakan segala cara agar aku bisa mengisi dia??????
Tulisan ini kupersembahkan kepada para mahasiswa baru 2010. Khususnya kepada Sari, rekan kerjaku selama menjadi DAMPOK INSADHA 2010. (Trims banget Sar, atas botol minum yang kau hadiahkan kepadaku saat kita tukar kado dulu.... hehehehe.... )
Sabtu, 31 Juli 2010
Hidup=Hadiah Kejutan
Apa itu??
HIDUP INI ADALAH AKUMULASI HADIAH KEJUTAN.
klo bahasa kerennya:
Life is a surprising grants
Bayangkan aja!!!! Dalam tiap menit hidup kita, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada hidup kita di menit-menit selanjutnya... bukan hanya menit, bahkan seper, sepernya, ribuan, jutaan, ratusan, milyaran, detik tidak pernah kita mengetahui apa yang akan terjadi pada waktu-waktu itu.....
ya to? (pa aku yang salah ya... mbuh lah.. yang penting aku mengalami itu. Dan aku meyakini itu, kalian mau ikut yakin monggo. Klo ga ikut juga monggo. hahahahaha.... )
Dengan begitu, tiap guliran waktu di jagad raya ini adalah hadiah kejutan yang sungguh tak terkira.....
dan itu bener-bener bisa bikin kita kaget, shok, terkejut, mlongo juga mungkin.....
misalnya sekarang aku g papa.. trus menit berikutnya aku kesandung... Nah, tentunya kaget kan kalo kesandung???? lha iyes.... mesti kaget dan g bakal ngira klo kesandung.... klo dh bisa mengira-ira klo akan kesandung pasti kesandungnya ga jadi deh....
hahahaha......
Bahkan di tengah-tengah rutinitas pun ada kejutan....
kejutan itu bisa berupa kebosanan kita... bisa berupa pemberontakan dari diri yang melawan rutinitas yang membosankan.....
Jdi klo boleh di generalisasikan, segala aksi reaksi yang terjadi di muka jagad ini adalah sebuah kejutan...........
mungkin ada orang yang bisa mengira-ira masa depan... yah.. aku percaya orang yang semacam itu ada... tetapi... ia tetaplah mengira-ira....
Meskipun ia yakin seratus persen telah dibisiki oleh Roh Paling jujur dan ahli membongkar rahasia alam.. orang itu tetap mengira-ira apakah peristiwa itu bakal terjadi atau tidak.....
otak manusia punya banyak sisi dan paradigma.... dan itu bisa berubah semau orang yang memilikinya....
oleh karena itu, sekarang aku makin memahami pepatah kuno ini:
Begini bunyinya...
Yesterday is history
Today is present
and tomorrow is a gift.....
Ya.... tomorrow adalah GIFT... HADIAH,... dan ini hadiah kejutan yang paling mengejutkan
Tiap detik masa depan kita adalah hadiah kejutan
Sooooo...........!!!!!!!
Ready for the gift you received!!!!!!!
Mengenal dan Mengenali
Karna capek, selama di pantai, aku hanya duduk dan memandangi luasnya sudut pandang. Menatap lekat pada ombak yang mencumbui pantai dengan liarnya. Sesekali melirik pada gunung-gunung ombak yang terus menantang langit dan ingin menggapai langit di sepanjang cakrawala.
Ahh..... sungguh menyenangkan....
Betapa alam ini sesungguhnya nikmat untuk dipandang berlama-lama. Pokoke g bakal pulang lah kalau temen-temen lain g ngajak n maksa pulang karena kelaparan. hahahaha....
AHHHHH....... tenangnya hatiku... damainya jiwaku....
Setidaknya hari ini aku berhasil mendengarkan salah satu pesan dari alam....
Ketika aku memandang garis-garis pantai dan mencermati jejak-jejak yang terhapus ombak, aku disadarkan satu hal....
Ndezzzzz...... jejakmu di bumi ini mudah sekali punah. Contoh yang paling jelas adalah jejak-jejak manusia di pantai yang begitu mudahnya lenyap tak berbekas. Kecupan-kecupan ombak ke pantai begitu mudahnya melupakan jejak-jejak manusia di atas pasir dan mengembalikan rupa pasir menjadi rata; menggantikannya dengan goresan-goresan garis ombak.
Aku merasa diingatkan bahwa hidup di dunia itu hanya seperti orang yang mampir minum di warung angkringan.
Orang yang mampu mengingat kita adalah orang yang mampu mengenal dan mengenali kita. Ketika orang tidak berminat untuk mengenal dan mengenali, ya, dia seperti ombak yang selalu semena-mena menghapus jejak-jejak kaki manusia di atas pasir. Namun, ketika aku mau dan mampu untuk mengenal dan mengenali, mungkin nasibku seperti kertas yang selalu mengingat mata-mata pena yang pernah menggilas permukaannya; seperti batu yang mengingat goresan-goresan sang pemahatnya dengan tetap mempertahankan rupanya yang sekarang menjadi patung menawan.
Ah... betapa indahnya jika ini bisa terjadi pada setiap manusia di dunia.
Saling mengenal satu sama lain.......mengantongi informasi-informasi tentang orang lain dalam gudang memori jangka panjang.....
Whuhuu.... !!!!!
Anyhow, g semua orang mau dikenali dan ga tiap orang mau untuk mengenal dan mengenali apa, siapa, dan bagaimana hal ikhwal yang ia jumpai dalam hidup.
Spertinya petuah sang alam ini amat berbicara bagiku.
Petuah ini menjadi inspirasi baru sekaligus memperteguh segala tingkah dan keputusanku ketika aku menghadapi teman-teman panitia Inisiasi yang pada dasarnya aku tidak mengenal mereka; seperti batu yang enggan mengenali sang pemahat karena enggan menciptakan komunikasi di antar mereka..... akibatnya ia hanya menjadi batu tak bermakna karena tergerus guliran-guliran waktu....^^
Selasa, 13 Juli 2010
Pujian....
KALAU AKU PIKIR:
Apa sih yg bikin orang nyaman untuk dipuji?
Apa sih yg bikin orang ketagihan dipuji?
KALAU AKU MERASAKAN:
Dipuji itu membuat aku merasa terdukung.... merasa dibombong... merasa memiliki pengagum... merasa dihargai (mungkin)... merasa diakui (mungkin)... merasa bangga (mungkin)... dan merasa-merasa lainnya yg belum bisa kuklasifikasikan menurut nama-nama perasaan yang ada...
Lebih heran lagi kalau melihat kaum hawa....
Wuidih.... berani kupastikan bahwa 95% dari kaum hawa yang pernah kujumpai dalam hidupku, entah itu kenal dekat atau tidak, pasti akan berbunga2 kalau dipuji. Heran aku... bahkan bisa-bisanya sampai merasa (dan beberapa berani mengklaim) bahwa orang yang memuji dirinya itu bersikap care banget terhadap dia....
Arrggghhh... KOK BISA SIH !!!!)#)#$&)@#*%&#)@$*#%&)#*$&%^
Kalau aku:
ketika dipuji oleh orang lain.... aku malah justru jadi lingsem (apa ya terjemahan bahasa Indonesia dari Lingsem)... Lingsem itu.. dibilang malu juga iya.. malu-malu seneng juga iya... auk ah.. Gelap...
Yang jelas... ketika aku dipuji... pertama ada rasa senang... tapi setelah itu.. aku menjadi orang yang lemah... (LOh kq bisa.. dipuji malah jadi orang yang lemah?????)
Lha iyes...
Setelah aku menerima pujian, lahirlah dalam diriku rasa bahwa aku adalah orang yg paling tahu dalam bidang di mana aku dipuji... misalnya... klo main gitar ya.. maen gitar....
Setelah dipuji.. aku akan merasa malu... misalnya setelah aku melakukan pola improvisasi nada yang belum pernah dimunculkan oleh orang lain... dan aku dipuji setelah itu... pada saat aku main lagi.. aku merasa menjadi orang bodoh... dan mandul...
Rasanya dari dalam.. ada dorongan aku harus memberikan yang lebih spektakuler lagi.....
Untungnya aku menyadari bahwa di balik dorongan itu mungkin ada kerinduan untuk mendapatkan pujian lagi... mungkin ada luka yang pada masa lalu belum terpenuhi yakni pengakuan dari orang lain, sehingga ketika aku dipuji.. aku makin seperti di rongrong untuk memberi yang wah lagi.. karena ketika dipuji, kebutuhanku akan pengakuan dari orang lain terpenuhi.. dan aku ingin-dan ingin lagi karena aku amat haus akan itu....
Ketika aku terfokus untuk berusaha memberikan yang lebih spektakuler... konsentrasiku jadi beralih... bukan lagi pada alat musik dan musik yang kumainkan tetapi sudah terserap oleh keinginan untuk memberikan yang lebih spektakuler...
mungkin bagi orang-orang tertentu keinginan itu bisa berarti positif... maksudnya.. keinginan itu bisa menjadi motivasi orang untuk selalu memberikan yang terbaik untuk orang lain...
Tapi bagiku, keinginan itu malah justru menjadi BOM yang sangat sensitif...
Ketika keinginan itu tersentuh.... maka meledaklah diriku hingga berkeping-keping..... dan sketika itu juga aku seperti kendi yg tak berisi....
Ketika menyadari itu.. aku lebih cenderung menghindari pujian...
Namun kecenderungan itu lama-lama bisa kukendalikan juga.. jadi imbas dari pujian-pujian yang kuterima tidak begitu besar....
Selasa, 06 Juli 2010
Waton Ngecap
AAAAAAAaaaarrrrggghhhh......!!!!!! Jadi lingsem aku kalo inget itu...
Begitu aku dah gede (saat ini), aku merasakan rasa risih yang mungkin dirasakan orang lain pas nyanyiin lagu-lagu itu. Hehehe.....^_^
Ow..... begini to rasanya. (sayangnya... rasa itu sulit disimbolkan dengan huruf-huruf sperti ini....)
Syukurlah aku boleh menyadari ini....
Menjadi dewasa ternyata adalah mengetahui apa yang baik-apa yang buruk; mengetahui mana yang pantas-mana yang tidak. Sebenarnya, dari mana sich semua itu? Apa ukuran2nya? Siapa saja yang membentuknya sehingga menjadi tata nilai dalam masyarakat?Yang jelas, semuanya itu adalah hasil rekayasa, konstruksi yang sengaja dibuat demi tujuan-tujuan tertentu; termasuk ukuran baik-buruk atau benar-tidaknya sesuatu. Semuanya itu demi tercapainya apa yang oleh bahasa disebut sebagai kebahagiaan bagi semua. Alias Bonum Commune.
Dan, hehehhee..... Klo mw mengakui, konsep bonum commune dan segala sesuatu demi bonum commune adalah hasil rekayasa juga... Rekayasa maksudnya adalah konsep itu sengaja dibentuk dan diberi definisi sehingga bisa berlaku bagi dan secara universal.
Sebenarnya, kalo mau, hidup itu sederhana saja. Hidup ya hidup. Tata nilai dan ttek bengeknya adalah hasil rekonstruksi. Karena ada akl budi dan kemauan (kehendak bebas) konstruksi itu ada.
Mungkin juga kalo manusia ga punya akal budi, bumi jg ga bakalan rusak. Hahahahahhaa..... ^_^
Celoteh 24 Mei 2009
Taat Aturan???
Celoteh 5 April 2009 Jam 07.20
Terasing
Kerep, Ambarawa2 Juli 2010
Ndes Zedeng ^_^
Menyenangkan orang lain
Celoteh 17 November 2009
Memaafkan
Penting Sari, 3 Juli 2010
Keputusanku, Hidupku (1)
Au ah.. Gelap....
Aku lebih suka demikian.....
Biarlah hidup ini berjalan sesuai dengan segala dorongan yang mun cul pada diri. Print Out hidup kita itu tergantung bagaimana kita mengatur dan mengelola dorongan-dorongan itu....Hidup ku tidak semata-mata tergantun g pada orang lain/ pengaruh orang lain. Namun, Hidupku tergantung pada keputusan-keputusanku untuk menerima atau menolak pengaruh-pengaruh itu.
Celoteh 17 November 2009
Andai....
Celoteh 12 Juni 2009
Minggu, 27 Juni 2010
Learning To Be Humble
-. Ngakunya orang beragama tapi malah bertengkar satu sama lain.
-. Ngakunya orang beragama tapi malah saling menghancurkan kehidupan orang lain yang konon katanya demi membela Tuhan yang diimani.
-. Ngakunya orang beragama tapi malah berani mengklaim bahwa Tuhan yang diimaninyalah yang paling benar.
-. Ngakunya orang beragama tapi malah menjelek-jelekkan agama lain yang yang katanya memiliki Tuhan yang satu dan sama.
-. Ngakunya orang beragama tapi.. bla.. bla.. bla.... dengan segala fucking, bullshit, and ass-hole yang terus membombong kesombongan manusia.
Beginikah fenomena yang semestinya terjadi dalam kehidupan beragama dan antar umat beragama?
WHATEVER TO YOU ALL!!! THOSE ALL ARE YOUR CHOISE.
I just wanna say that WE ARE ONLY SUPER DUPER MICRO CREATURES AMONG THE UNIVERSE.....
we really never know what we claim as a truth.
That truth is just a very tiny piece of the real truth. Or, at least, it's just what you are thinking about truth. Not the real truth....
Contohnya: apa yang kukatakan di atas mungkin kuyakini sebagai kebenaran menurut apa yang kupikirkan.... tetapi itu bukanlah kebenaran yang sesungguhnya.....
Mungkin suatu saat nanti aku akan menyangkal apa yang sekarang kukatakan karena pikiran manusia selalu dipengaruhi situasi, kondisi, toleransi, pandangan, dan jangkauan yang dialami manusia dalam kehidupannya (SiKonTol PanJang)...
Sedangkan, kebenaran yang sesungguhnya, menurutku, tidak tergantung pada SiKonTol PanJang itu....
kebenaran yang real itu murni, hakiki, dan tidak tergantung oleh apapun...
Because of that...
As a human being (creature of God).... Just be humble and always learning to be humble....
Remember tha we are just a creature.... our mind is so limited...
^_^
Caio.. Ndes Zedeng....
Selasa, 08 Juni 2010
(Mungkin) Cara Terbaik untuk Hidup
5 tahun yang lalu... orang yang sama menawariku sebuah pertanyaan baru tentang apa tujuan hidupku... dan jawaban yang paling baik yang bisa kuberikan hingga saat ini adalah aku tak tahu....
seandainya 5 tahun lalu orang itu menanyakan tentang apa yang selalu menjadi spirit dalam hidupmu, aku akan menjawab dengan lantang.....BE THE WIND BENEATH THE OTHERS WING....
seandainya 7 tahun lalu orang itu menanyakan apa yang ingin kuraih dalam hidup, aku mulai saat ini berani mengungkapkan bahwa aku cinta dunia musik dan cinta dunia ke tiga, dunia maya dan digital.....
kebanyakan, orang akan selalu menghubungkan dengan Tuhan bila mereka mulai berbicara tentang apa tujuan hidup mereka, alasan segala sesuatu diciptakan, dan segala bla..bla..bla lainnya.
aku sudah jenuh dengan segala pertanyaan itu. aku lelah...
mungkin kau boleh bilang aku orang yang tidak sabaran... ya... memang demikian adanya diriku.....
mungkin kau boleh bilang aku orang yg ingin segala sesuatunya terjawab dengan jelas.... ya... memang demikian adanya diriku....
agar menjadi adil, tentunya aku boleh bilang bahwa semakin aku mencoba mengenal siapa pemrakarsa hidupku, semakin aku menyadari bahwa diriku hanyalah sebuah mangkok kecap yang tidak bisa menampung seluruh pengetahuan tentang dia yang memprakarsa diriku... Dia yang menganggit dan menghendaki diriku untuk hidup di dunia....
secara manusiawi aku lelah mencarinya....
bagiku... percaya bahwa Dia itu ada sudah cukup...
berhasil mengikuti segala yang Dia ajarkan padaku saja itu sudah melebihi belajar untuk menjadi seorang insinyur....
mulai saat ini, pukul 05.40 pagi ini, aku memutuskan untuk mengejar impian-impian yang sempat terabaikan 7 tahun lalu.... karena dulu menjalani jalan hidup yang berbeda.....
Seandainya aku mati nanti, aku lebih baik mati sebagai diri sendiri....
aku tidak ingin mati sebagai orang bentukan agamaku, aku tidak ingin mati sebagai orang bentukan orang tuaku, aku tidak ingin mati sebagai orang bentukan saudara dan teman-temanku,
seandainya mati nanti aku ingin dikenang sebagai diriku sendiri.... mati sebagai orang yang hidup dengan keputusan yang kubuat sendiri....
spertinya itulah cara terbaik untuk mempertanggungjawabkan hidupku pada sang pemrakarsa diriku...
mungkin kau boleh bilang aku bodoh, dungu, tolol, dan segala istilah lain yg berbau itu karena aku tak mengerti dan tak menangkap apa yang dikehendaki oleh insinyur hidupku...
mungkin pula orang-orang boleh bilang aku pemberontak, keras kepala, orang dibawah standart setelah mereka melihat bahwa kehidupanku tidak bisa memenuhi kriteria kehidupan yang standart menurut diri mereka dan menurut system di mana aku hidup....
Namun, aku akan bangga dan bahagia bila aku mendapati hidupku senantiasa memperjuangkan apa yang kuyakini sebagai kebenaran yang baik untuk diriku dan untuk orang lain dengan segala kekhasan PRIBADI KU.
Mungkin suatu saat nanti, apa yang kuomongkan ini keliru... tetapi setidaknya saat ini aku aku BUTUH untuk memperjuangkannya karena inilah kebenaran yang saat ini kuyakini sebagai bagian dari hidupku.....
Kamis, 29 April 2010
Percaya
Sessi yang pertama adalah sepotong plot kehidupanku ketika aku kelas 6 SD. Waktu itu aku punya seorang sahabat yang amat kupercayai. Aku mempercayakan segala rahasiaku kepadanya. Benar-benar segala rahasia. Karena kepercayaan itu, persahabatan kami menjadi begitu lekat. Terlebih, persahabatan kami di mulai ketika kami kelas 4 SD. Kedekatan kami ibarat ungkapan “di mana ada dia, di situ juga ada aku”. Sungguh merupakan plot yang membahagiakan sebelum aku digempur oleh luka batin itu. Ya. Karena salah satu tingkahnya, pancang-pancang yang menopang bangunan kepercayaanku terlepas dari ikatannya. Karena penghianatannya, gedung kepercayaanku luruh bergemuruh hingga rangkanya pun turut melesak ke dalam tanah dan membuat lukaku semakin dalam dan sukar disembuhkan. Kawan, kau tahu apa tingkahnya?????
Dia membeberkan semua rahasiaku kepada teman-temanku. Bukan hanya teman-teman seangkatan, tetapi adik kelas pun juga tahu.
Kau tahu kawan? Sejak saat itulah aku menjadi orang yang tidak mudah percaya kepada orang lain. Bahkan aku mendeklarasikan bahwa aku tidak akan pernah percaya lagi sepenuhnya pada siapapun. Aku berubah menjadi orang yang tidak banyak cerita. Menjadi orang yang selalu mencari sendiri solusi-solusi untuk masalahku. Sejak itu pula, aku mulai melatih diriku menjadi seorang single fighter: Membangun sebuah ruang besar di hatiku untuk menampung permasalahan kehidupanku; membuat topeng wajah yang lebih lucu dan ceria daripada badut Ancol; mengoleksi langkah-langkah strategis dengan memahami kehidupan demi sebuah solusi atas masalah-masalahku. Selama aku melakukan itu semua, alam bawah sadarku juga memperteguh kerinduanku untuk memperoleh seorang atau beberapa sahabat yang benar-benar bisa dipercaya.
Dalam plot lain lagi, jauh sesudah plot itu, aku berhasil memaafkan dia dan menerima diri. Ya. Penerimaan atas luka dan pengalaman itu, sedikit mengobati lukaku. Meski begitu, luka tetaplah luka. Ia tetap memiliki bekas hingga hatiku diganti oleh hati yang baru. Namun, kapan hati yang baru itu datang? Probabilitas terbesar untuk pertanyaan itu adalah saat aku reinkarnasi nanti. Artinya, selama aku hidup di dunia, bekas itu tetap ada.
Aku bisa menerima bahwa aku harus mulai dari awal lagi untuk membangun ruang kepercayaan di hatiku. Nanti, akan kuceritakan kenapa aku harus menerima.
Plot yang kedua adalah plot seputar bulan Maret-April ini. Belum aku selesai membangun ruangan itu, aku mengalami hal yang sama. Sialnya, itu juga dilakukan oleh sahabatku sendiri yang kupercaya dapat menjaga dan melidungi kotak mutiaraku.
Dari dua plot itu, aku jadi bertanya, apakah aku boleh menyebut diriku sebagai keledai (karena keledai sering jatuh pada lubang yang sama)?
Dua plot itu membuatku benar-benar merasa terancam. Maksudnya, aku terancam akan kehilangan salah satu mutiara hidupku, yaitu kepercayaan kepada orang lain (dalam kaitannya dengan rahasia). Atau bahkan malah dua mutiara. Yang pertama adalah kepercayaan itu tadi, yang kedua adalah tentang membangun persahabatan yang solid.
……………………….
Dari dua plot itu, aku belajar bahwa tidak ada orang yang bisa dipercaya seratus persen. Mungkin lebih tepatnya bila aku mengatakan bahwa aku belum bisa menemukan orang di dunia ini yang bisa kupercayai seratus persen. Sekali lagi, belum pernah.
Hal kedua yang bisa kupelajari adalah sebelum aku membagikan rahasiaku kepada orang lain, aku semestinya mempersiapkan diri kalau-kalau orang lain itu tiba-tiba menjadi ember yang usang, alias bocor.
Bagiku kepercayaan adalah salah satu hal yang amat berharga di kehidupan. Karena kepercayaan orang memiliki akses untuk ke mana saja. Karena kepercayaan, sebuah relasi yang indah akan langgeng. Dan berkat sebuah kepercayaan, seseorang bisa membatalkan niatnya untuk bunuh diri karena ia menemukan satu titik cahaya dalam kehidupannya, cahaya kecil yang membantunya untuk menyalakan kembali obor-obor kehidupannya.
Penantian
Merebahkan kepala di paha cakrawala
Menyaksikan bintang-bintang di antara sulur-sulur malam
Yang sedang menggelar pasar malamnya.
Bayanganku semakin panjang.
Kegundahanku kian mengejang.
Kehendakku terus mengerang.
Kapan kepastian datang?
Sepi seolah sendiri.
Sunyi seakan tak berbunyi.
Kosong seolah kompong.
Kuharap kau tahu.
Aku lelah mencari.
Berhentilah kau begitu!
Aku tetap tak mengerti!
Waktu kita segera tuntas.
Pagi pun hendak meretas.
Keputusanku tegas:
Aku ingin lepas.
Bila kau tak merelakan,
Berikan sebuah alasan untuk bertahan.
Sebelum hanya kenangan
Tersisa di ujung penantian.
Kentungan, 11 Februari 2010
Ketika aku bergulat dalam pertaruhanku.
Selasa, 20 April 2010
Sumber Pengetahuan yang Melatari Iman
Manusia dilahirkan dengan tanpa pengetahuan. Segala yang nantinya ia ketahui didapat melalui indra-indra yang dipercayai oleh orang-orang beriman sebagai anugerah dari Tuhan. Kelima indera itu mengakibatkan manusia akhirnya memiliki daya yang kerap dikenal dengan daya cipta, rasa, dan karsa. Daya-daya itulah yang memungkinkan manusia untuk menyumbangkan sesuatu bagi dunia.
Sumber pengetahuan yang diperoleh manusia untuk menghasilkan sesuatu diperoleh dari mana? Sumber pengetahuan diperoleh dari segala sesuatu di dalam kehidupan manusia yang kemudian ditangkap oleh kelima indra tadi. Karena sifatnya ditangkap, maka pengetahuan yang diperoleh manusia itu harus diinterpretasikan dengan akal budinya. Setelah diinterpretasikan, baru pengetahuan yang ditangkap itu menjadi pengetahuan bagi manusia tersebut. Dengan demikan, secara sederhana, dapat dimengerti bahwa ada dua jenis pengetahuan. Yang pertama adalah pengetahuan yang berasal dari segala sesuatu yang dijumpai manusia dalam kehidupannya (belum diinterpretasikan). Yang kedua adalah pengetahuan yang merupakan hasil interpretasi manusia melalui kemampuan-kemampuan yang dimiliki manusia.
Sama halnya dengan agama. Pengetahuan seseorang tentang suatu agama juga terdiri dari dua jenis. Yang pertama adalah pengetahuan yang diyakini merupakan pewahyuan dari yang Ilahi kepada manusia. Yang kedua adalah pengetahuan yang merupakan hasil interpretasi manusia atas pewahyuan itu.
Bertolak dari filsafat Aristoteles yang menawarkan tentang konsep “Sang Pengada Pertama”, yang sekarang kita sebut sebagai Allah, maka kita bisa membedakan cirri khas masing-masing sumber pengetahuan tersebut.
| Wahyu | Hasil Interpretasi |
| 1. Berasal langsung dari yang Ilahi. 2. Hanya diturunkan pada orang-orang tertentu. 3. Masih kaya makna. 4. Dianggap memiliki otoritas yang lebih tinggi. 5. Ditangkap dan dipahami dengan akal. | 1. Merupakan hasil dari interpretasi atas wahyu. 2. Bisa didapatkan oleh siapa saja yang berkehendak untuk menginterpretasikannya. 3. Maknanya terbatas pada orang yang menginterpretasikannya. Hasil tafsirannya juga tergantung pada siapa yang menafsirkan, apa sejarah hidupnya, dan apa yang diinginkannya dengan menafsirkan pewahyuan itu. 4. Otoritasnya lebih rendah karena berasal dari manusia yang nota bene diyakini sebagai ciptaan yang Ilahi (Allah) 5. Ditangkap dan dipahami dengan akal budi. 6. Butuh latihan dan iman agar hasil interpretasi atas pewahyuan itu mendukung apa yang diyakini. Seorang yang tidak punya iman pun juga bisa menginterpretasikan, tapi tentunya akan menghasilkan pengetahuan yang berbeda. |
Dari perincian sifat-sifat dua sumber pengetahuan itu, tampak bahwa pengetahuan manusia tentang suatu agama tertentu atau agama yang diyakininya amatlah terbatas. Yang lebih mendasar lagi adalah bahwa pengetahuan-pengetahuan yang memiliki cara-cara yang khas untuk mendapatkannya itu, sesungguhnya berasal dari satu. Menurut orang-orang beriman, mereka menyebutnya sebagai Allah.
Jika memang setiap agama memiliki sumber-sumber pengetahuan tentang agamanya seperti pola di atas, maka bolehlah kita meminjam filsafat Aristoteles sebagai kacamata pandangnya. Jika setiap agama meyakini dalam diri mereka masing-masing bahwa setiap agama dari mereka memiliki pewahyuannya masing-masing, menurut Aristoteles, pasti ada penyebab sebelumnya yang meng-ada-kan pengetahuan itu. Jika ditelusuri terus menerus, maka akan sampailah pada sesuatu yang disebut sebagai causa prima (penyebab pertama yang tidak disebabkan oleh sebab lain).
Dari logika sederhana ini saja, tentunya kita boleh mengerti bahwa tidak semestinya manusia meyakini bahwa apa yang diterimanya atau apa yang telah diwahyukan kepadanya adalah paling benar. Sekalipun tiap manusia tetap bersikap dan menyakini bahwa agamanya adalah paling benar, faktanya tetap ada kelompok lain yang juga meyakini hal yang sama. Ketika seorang manusia meyakini agamanya yang paling benar, manusia lain yang meyakini bahwa agamanya juga paling benar tidak langsung musnah atau mati dengan sendirinya oleh karena ada agama yang lebih benar yang diyakini oleh orang pertama itu. Dengan begitu, berarti ada dua agama yang paling benar.Jika ada 2 hal yang paling benar, berarti ketika itu dinyatakan sebenarnya tidak ada salah satu dari mereka yang paling benar. Dan sesuatu yang benar itu juga merupakan ungkapan dari manusia yang berbeda dimana ungkapan itu merupakan produk dari akal budi yang dimiliki tiap manusia dengan kekhasannya masing-masing.
Bila sudah sampai pada tahap ini, perlu ditanyakan kembali, darimana pengetahuan tentang itu didapat; apakah dari sumber yang pertama atau dari sumber yang kedua.
Blog Archive
Labels
- Ajar Urip (15)
- Artikel Lepas (1)
- Ngayal (1)
- Panggilan hidup (3)
- Poems (10)
- Solilokui (3)
- Tujuan hidup (2)